Kata Puisi

Puisi bercerita
Tentang diksi dan majas
Sebelum bercerai

Diksi sibuk
Bekerja siang malam
Menghibur rangkaian kata

Majas
Kesepian
Ditodong rindu

Bertemu tapi tak menyapa
Gelas tanpa air

Hingga mereka tak puas
Dan bercerai
Kata puisi
Dalam igauannya

Sudut Pandang Pagi

Pagi memandang
Setiap masa yang datang
Bertamu
Mengenang rindu
Pernah bertanya angin
Tentang sajak dingin

Pagi masih memandang
Raut mentari semakin tua
Cahayanya semakin redup
Digerus waktu

Pagi belum menyapa
Datang dengan sedih
Dari arah lain
Membawa berita duka
Bumi berpulang
Ketempat asalnya

Pujangga atau Filsuf

Aristoteles bersajak
Plato berpuisi
Averus berpantun
Tentang cerita lama hidup
Bumi mulai batuk
Rambut hijaunya semakin hitam
Giginya semakin berlubang
Dikeruk, dihisap, dihancurkan
Oleh mamalia mamalia itu
Yang lupa inangnya
Yang lupa tempat hidupnya
Bahkan, mereka lupa siapa mereka
Pujangga?
Filsuf?
Perbedaan diksi membedakan spesies
Dari induk yang sama

Lantunan Cinta

Ingin kudengar, lantunan cinta
Dari Yang Maha Kuasa

Bismillahirrohmanirrohim…

Tau?
Atau pernah tau?
Mungkin pernah dengar?
Ingatkah?
Atau mungkin masih kau simpan
Dalam kotak kayu berdebu itu
Yang tergeletak dipojok rumah?
Gelap,
Berdebu,
Usang?
Apa kau tak malu?
Apa kau tak tau?
Laba-laba saja tau
Bahkan sangat tau
Tempat yang kini ia tinggali
Alquran

Hujan Masih Menyapa

Boleh kutanya?
Tentang air mata awan?
Atau murungnya mendung?
Bukan,
Sekali lagi bukan,
Lantas apa kuingin?
Hanya berteman sepi?
Bukan itu!
Hujan masih menyapa
Setiap hati yang bicara
Bicara tentang cerita
Gundah hati juga tawa
Atau tawa dalam gundah hati?